China Tanam Rp 1,5 Triliun di Mamuju

KOMPAS.com — Pengusaha asal China dikabarkan bersedia mendanai pembangunan jalan arteri sepanjang 102 kilometer dengan investasi sekitar Rp 1,5 triliun.

Hal itu dikemukakan oleh Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sulawesi Barat, Harry Warganegara, saat menerima rombongan investor China di Hotel D Maleo, Mamuju, Kamis (20/1/2011).

Menurutnya, pembangunan jalan arteri ini akan dikerjakan mulai dari daerah Kecamatan Tappalang Barat hingga Pelabuhan Belang-Belang sepanjang 102 kilometer.

Ia mengemukakan, kedatangan lebih dari 10 investor itu dipimpin oleh Mr Cjan Yan Qi guna menindaklanjuti nota kesepakahaman antara Pemerintah RI dan China tahun 2010, terkait proyek-proyek yang akan dibangun di Sulbar.

"Investor asal China ini merupakan pengusaha peringkat delapan dunia. Mereka memiliki modal yang besar untuk mengerjakan proyek jalan arteri sepanjang 102 kilometer ini," paparnya.

Harri menuturkan, dalam dialog yang dihadiri oleh Gubernur Sulbar H Anwar Adnan Saleh ini, pengusaha China mempresentasikan rencana pembangunan yang diperkirakan dimulai pada medio April 2011 ini.

"Pertemuan antara pengusaha China dengan Gubernur ini juga merupakan tindak lanjut hasil pertemuan yang dimediasi Duta Besar China untuk Indonesia di Jakarta. Sekarang ini kami ajak ke Sulbar untuk memaparkan feasibility study pembangunan jalan ini," ungkap Harri.

Harri yang juga Ketua Kadinda Sulbar ini menuturkan, pengusaha peringkat delapan dunia ini memiliki perusahaan China Multarulgical Group, yang akan menggarap tahap pertama mulai dari kantor Gubernur Sulbar di daerah Rangas, Kecamatan Simboro, hingga menuju Bandara Tampapadang sepanjang 27 kilometer.

Ia menambahkan, keseriusan pengusaha China ini adalah kabar gembira yang dinanti rakyat Sulbar dalam mewujudkan perubahan pelaksanaan pembangunan di daerah ini.

"Jalan arteri ini akan dilakukan secara bertahap dan tahap pertama akan dikerjakan sepanjang 27 kilometer dan akan dilanjutkan tahap berikutnya," ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar